Kunjungi Iklan1




Pengertian PETTY CASH : Definisi Kas Kecil Menurut Ahli







Pengertian Petty Cash adalah sejumlah uang tunai dalam jumlah kecil yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan. Petty Cash atau Dana kas kecil ini juga berfungsi sebagai cadangan jika ada transaksi-transaksi dengan nominal sedikit dan sangat tidak ekonomis jika menggunakan pembayaran melalui cek. Oleh karenanya setiap perusahaan perlu menunjuk seorang staf yang bertanggung jawab mengatur dan mengelola kas kecil yang membiayai seluruh kebutuhan operasional perusahan yang sifatnya nominal kecil.

Pengertian Petty Cash : Definisi Kas Kecil Menurut Ahli
Pengertian Petty Cash : Definisi Kas Kecil Menurut Ahli
Baca juga:
Pengertian AUDIT INTERNAL AUDIT



Arti Kas adalah menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.2, kas didefinisikan sebagai berikut :  “Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro”. (1995:2.2).

Menurut Dwi (2012), Kas adalah aset keuangan yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Kas merupakan aset yang paling likuid karena dapat digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan.

Menurut Warfield (2008 : 342) bahwa definisi kas adalah Aktiva yang paling likuid, merupakan media pertukaran standar dasar pengukuran serta akuntansi untuk semua pos-pos lainnya. Pada umumnya kas diklasifikasikan sebagai aktiva lancar.

Kas merupakan suatu aktiva lancar (Current Assets) yang meliputi uang logam, uang kertas atau sejenisnya yang bisa digunakan sebagai alat tukar dan mempunyai dasar pengukuran akuntansi. Kas merupakan asset yang paling lancar/likuid dan paling beresiko, sehingga perlu manajemen kas yang seketat mungkin untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan perusahaan. 

Definisi Kas menurut Zaki Baridwan (2000:85)
Kas merupakan suatu alat pertukaran dan juga digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi. Dalam neraca, kas merupakan aktiva yang paling lancar, dalam arti paling sering berubah karena paling sering digunakan. Hampir pada setiap transaksi dengan pihak luar selalu mempengaruhi kas.
Kas adalah aktiva yang tidak produktif, oleh karena itu harus dijaga supaya jumlah kas tidak terlau besar sehingga tidak ada “idle cash”. Daya beli uang bisa berubah-ubah mungkin naik atau turun, tetapi kenaikan atau penurunan daya beli ini tidak akan mengakibatkan penilaian kembali terhadap kas.

Definisi Kas menurut Djarwanto (1996:37)
Kas adalah uang tunai dan alat pembayaran lainnya yang digunakan untuk membiayai operasi perusahaan.

Pengertian Kas menurut Sudarmo, dkk (1995:61)
pengertian kas adalah sebagai nilai uang kontan yang ada dalam perusahaan beserta pos-pos lain yang ada dalam jangka waktu dekat dapat diuangkan sebagai alat pembayaran kebutuhan financial, yang mempunyai sifat paling tinggi tingkat likuiditasnya.

Pengertian Kas menurut Basalamah (1994:11)
pengertian kas secara umum yaitu kas adalah uang yang dimiliki oleh perusahaan.

Arti Kas menurut Mardiasmo (2000: 1),
Kas adalah uang tunai baik kertas maupun uang logam, simpanan uang di bank yang setiap saat dapat diambil (simpanan giro),dan bentuk-bentuk alat pembayaran lainnya yang mempunyai sifat seperti mata uang.

Pengertian Kas Kecil (petty cash)

Menurut Weygant,  
pengertian kas kecil adalah "petty cash fund is a cash fund used to pay relatively small amount but still maintain satisfactory control."

Definisi kas kecil menurut Soemarso (2004:320),
pengertian petty cash / kas kecil adalah sejumlah uang tunai tertentu yang disisihkan dalam perusahaan dan digunakan untuk melayani pengeluaran-pengeluaran tertentu. Biasanya pengeluaran-pengeluran yang dilakukan melalui dana kas kecil adalah pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya tidak besar, pengeluaran-pengeluaran lain dilakukan dengan bank ( dengan cek ).

Pengertian Dana Kas Kecil menurut Zaki Baridwan (1988),
dana kas kecil merupakan uang kas yang fungsinya untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang nominalnya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek.

Pengertian Petty Cash / Kas Kecil Menurut Mardiasmo (2002 : 3),
Dana Kas Kecil merupakan kas di perusahaan yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis jika dibayar dengan cek, misalnya: pengeluaran untuk membeli perangko dan materai, supplies kantor, untuk membayar listrik, biaya telepon, langganan surat kabar atau majalah, biaya angkut penjualan dan sebagainya. Dana kas kecil dipercayakan kepada pemegang dana kas kecil (kasir kas kecil) yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dana kas kecil.

Pengertian Kas Kecil atau Petty Cash Menurut Horngren (1997: 366), 
Pengeluaran kas kecil akan sangat tidak ekonomis jika perusahaan harus menuliskan cek untuk membayar  taksi seorang eksekutif, satu kotak pensil, atau pengiriman sebuah order khusus keluar kota, Oleh karena itu perusahaan biasanya menyimpan sejumlah kecil uang kas ditangan untuk membayar biaya-biaya yang berjumlah kecil tersebut. Dana kecil tersebut disebut sebagai kas kecil / petty cash.

Menurut Kusnadi dalam bukunya Akuntansi Keuangan Menengah (Intermediate)(2000:64)
menyatakan bahwa: “Dana kas kecil adalah dana yang  meliputi  pembayaran, yang tidak menggunakan cek melainkan menggunakan uang tunai”.

Menurut Henry Simamora dalam bukunya Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Bisnis (2000:213)
menyatakan bahwa: “Kas kecil adalah dana kas yang dipakai untuk membayar pengeluaran –pengeluaran yang nilainya relatif kecil.”

Menurut Henry Simamora dalam bukunya Akuntansi Basis pengambilan Keputusan Bisnis (2000:213),
Dua langkah esensial dalam membentuk dana kas kecil adalah:
  1. Menunjuk orang yang akan menyimpan kas kecil
  2. Menentukan besarnya dana kas kecil
Dana kas kecil dibentuk dengan menaksir terlebih dahulu banyaknya kas yang dibutuhkan untuk pembayaran-pembayaran dari dana tersebut selama satu periode, misalnya untuk satu minggu atau satu bulan. Jika dipakai sistem voucher, maka sebuah voucher disiapkan untuk sejumlah kas kecil tersebut.

Demikian penjelasan admin mengenai Pengertian Petty Cash dan Definisi Kas Kecil Menurut Ahli semoga banyak memberikan ruang wawasan baru bagi pembaca blog Ekoonomi. Terima kasih atas kunjungannya.