Kunjungi Iklan1




Contoh Iklan Layanan Masyarakat Kesehatan Paling Inspiratif 2017







Contoh Iklan Layanan Masyarakat Tentang Kesehatan Paling Inspiratif 2017 menjadi tema blog Contoh Surat kali. Selain iklan tentang kesehatan juga banyak iklan layanan masyarakat lain seperti tentang pendidikan, baik berupa selebaran, pamflet, poster, video, naskah, infografik, iklan radio, di koran, di televisi, sosial media, dan lain-lain. Yang paling sering kita lihat adalah iklan layanan masyarakat tentang bahaya rokok.

Pengertian Iklan Layanan Masyarakat (ILM) atau Public Service Ad


Pengertian iklan sesuai dengan Kamus Buku Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka) artinya Pemberitahuan atau penyampaian informasi kepada khalayak ramai mengenai suatu barang atau jasa yang dijual, ditampilkan di media massa.

Jika konten yang disampaikan dalam iklan tersebut bermuatan kampanye sosial maka disebut dengan iklan layanan masyarakat (ILM).

Dalam sebuah kampanye sosial, salah satu media yangdigunakan adalah iklan layanan masyarakat. Pada umumnya iklan tersebut dibuat oleh suatu perusahaan periklanan dengan tempat dan waktu yang disediakan oleh media massa.

Iklan layanan masyarakat (ILM) merupakan suatu bentuk tanggung jawab moral dari biro iklan atau media kepada masyarakat.

Topik yang diangkat biasanya adalah masalah – masalah sosial yang sedang hangat atau telah menjadi isu nasional.

Pengertuan  Iklan Layanan Masyarakat Menurut Mustafa (1996), Iklan adalah segala bentuk penyajian dan promosi secara nonpribadi dari ide barang dan pelayanan yang dibayar oleh sponsor tertentu. Dengan adanya iklan, penjual menyampaikan berita kepada konsumen melalui media surat kabar, majalah, surat langsung atau melalui media lainnya.

Dalam UU No. 32 tahun 2002 tentang penyiaran bab I pasal 1 (5) disebutkan bahwa Siaran Iklan adalah siaran informasi yang bersifat komersial dan layanan masyarakat tentang tersedianya jasa, barang, dan gagasan yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak dengan atau tanpa imbalan kepada lembaga penyiaran yang bersangkutan.

Lupiyoadi (2006) menjabarkan Periklanan sebagai salah satu bentuk dari komunikasi impersonal (impersonal communication) yang digunakan perusahan barang atau jasa.

Periklanan adalah semua bentuk penyajian nonpersonal, promosi ide, barang atau jasa yang dilakukan oleh sponsor yang dibayar (Kotler, 2003).

Sedangkan Lee (2007) mendiskripsikan Periklanan sebagai suatu komunikasi komersial dan nonkomersial tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak target melalui media bersifat massal seperti televisi, radio, koran , majalah, direct mulai
(pengeposan langsung), reklame luar ruang, atau kendaraan umum.

Menurut Lee (2007) iklan mempunyai Fungsi, yaitu :
(1) fungsi informasi, yaitu mengkomunikasikan informasi produk termasuk produk baru, ciri-ciri dan lokasi penjualannya ,
(2) fungsi persuasif, yaitu mencoba membujuk para konsumen untuk membeli merek-merek tertentu atau mengubah sikap mereka terhadap produk atau perusahan tersebut,
(3) fungsi pengingat, yaitu terus menerus mengingatkan para konsumen tentang sebuah produk sehingga mereka akan tetap membeli produk yang diiklankan tanpa mempedulikan merek pesaingnya.

Tujuan periklanan menurut Swastha (2000) adalah meningkatkan penjualan barang dan jasa atau ide sasaran nyata dilakukan dengan mengkomunikasikan secara efektif pada sasaran-sasaran dalam periklanan yaitu masyarakat atau pasar.

Kotler (2007) menggolongkan Tujuan Periklanan menurut sasarannya, yaitu :
(1) Iklan informatif, yaitu dimaksudkan untuk menciptakan kesadaran dan pengetahuan tentang produk baru atau ciri baru produk yang sudah ada,
(2) Iklan persuasif, dimaksudkan untuk menciptakan kesukaan, preferensi, keyakinan dan pembelian suatu produk atau jasa,
(3) Iklan pengingat, dimaksudkan untuk merangsang pembelian produk dan jasa kembali,
(4) Iklan penguatan, dimaksudkan untuk meyakinkan pembeli sekarang bahwa mereka telah melakukan pilihan yang tepat.


Lee (2007) mengklasifikasikan iklan dalam beberapa tipe besar, yaitu :

(1) Periklanan produk.
Porsi utama pengeluaran periklanan dibelanjakan untuk produk : presentasi dan promosi produk-produk baru, produk-produk yang sudah ada dan produk-produk hasil
revisi,

(2) Periklanan eceran.
Berlawanan dengan iklan produk, periklanan eceran bersifat
lokal dan berfokus pada toko, tempat di mana beragam produk dapat dibeli atau di mana
satu jasa ditawarkan. Periklanan eceran memberikan tekanan pada harga, ketersediaan,
lokasi dan jam-jam operasi.,

(3) Periklanan korporasi.
Fokus periklanan ini adalah membangun identitas korporasi atau untuk mendapat dukungan publik terhadap sudut pandang organisasi.

(4) Periklanan bisnis ke bisnis,
yaitu periklanan yang ditujukan kepada para pelaku industri (ban yang diilankan kepada manufaktur mobil), para pedagang perantara (pedagang partai besar dan pengecer), serta para profesional (seperti pengacara dan akuntan).

(5) Periklanan politik. Periklanan politik sering kali digunakan para politisi
untuk membujuk orang memilih mereka dan karenanya iklan jenis ini merupakan sebuah
bagian penting dari proses politik dari negara-negara demokrasi,

(6) Iklan direktori.
Orang merujuk periklanan direktori untuk menemukan cara memebeli sebuah produk atau jasa,

(7) Periklanan respon langsung.
Periklanan respon langsung melibatkan komunikasi dua arah di antara pengiklan dan konsumen. Periklanan tersebut dapat menggunakan sembarang media perklanan (pos, televisi, koran atau majalah), dan konsumen dapat menanggapinya,

(8) Iklan pelayaan masyarakat.
Iklan pelayanan masyarakat dirancang beroperasi untuk kepentingan masyarakat dan mempromosikan kesejahteraan masyarakat. Iklan-iklan ini diciptakan bebas biaya oleh para profesional periklanan, dengan ruang dan waktu iklan merupakan hibah oleh media.


Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang pengertian Iklan Layanan Masyrakat (ILM), maka harus dipahami kreteria tentang ILM. Menurut Ad Council (dalam Kasali, 2007) , suatu dewan
periklanan di Amerika Serikat yang memelopori ILM, kriteria yang digunakan dalam menentukan ILM adalah :

(1) Non-komersial,
(2) Tidak bersifat keagamaan,
(3) Non-politik,
(4) Berwawasan nasional,
(5) Diperuntukkan bagi semua lapisan masyarakat,
(6) Diajukan oleh organisasi yang telah diakui atau diterima,
(7) Dapat diiklankan,
(8) Mempunyai dampak dan kepentingan tinggi sehingga patut memperoleh dukungan media
lokal maupun nasional

Menurut Kamus Istilah Periklanan Indonesia (Nuradi, 1996), Pengertian Iklan Layanan Masyrakat (ILM)adalah jenis periklanan yang dilakukan oleh pemerintah, suatu organisasi komersial atau pun nonkomersial untuk mencapai tujuan sosial atau sosio-ekonomis terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam UU No. 32 tahun 2002 tentang penyiaran bab I pasal 1 (7) disebutkan bahwa Pengertian Iklan Layanan Masyrakat (ILM) adalah siaran iklan nonkomersial yang disiarkan melalui penyiaran radio atau televisi dengan tujuan memperkenalkan, memasyarakatkan, dan/atau mempromosikan gagasan, cita-cita, anjuran, dan/atau pesan-pesan lainnya kepada masyarakat untuk mempengaruhi khalayak agar berbuat dan/atau bertingkah laku sesuai dengan pesan iklan tersebut.

Dwihantoro (2010) menjabarkan Pengertian Iklan Layanan Masyrakat ILM sebagai siaran iklan nonkomersial yang disiarkan melalui media cetak ataupun elektronik dengan tujuan memperkenalkan, memasyarakatkan, dan atau mempromosikan gagasan, cita-cita, anjuran, dan atau pesan-pesan lainnya kepada masyarakat untuk mempengaruhi khalayak agar berbuat dan atau bertingkah laku sesuai dengan pesan iklan tersebut .

Kasali (2007) mendefinisikan Iklan Layanan Masyrakat atau biasa disebut kampanye sosial adalah sebuah himbauan, anjuran, larangan atau ancaman yang ditujukan kepada masyarakat melalui media. Dalam ILM disajikan pesan-pesan sosial yang dimaksudkan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus mereka hadapi, yakni kondisi yang bisa mengancam keserasian dan kehidupan umum.

Iklan layanan masyarakat adalah iklan yang menyajikan pesan-pesan sosial yang bertujuan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus mereka hadapi, yakni kondisi yang bisa mengancam keselarasan dan kehidupan umum.

Iklan layanan masyarakat (ILM) dapat dikampanyekan oleh organisasi profit atau non profit dengan tujuan sosial ekonomis yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.( http://id.wikipedia.org/wiki/Iklan_layanan_masyarakat. Diakses 17 November 2014).

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa :
Iklan Layanan Masyarakat (ILM) adalah sebuah bentuk iklan yang dilakukan oleh lembaga pemerintah maupun non pemerintah untuk mempengaruhi secara persuasi khalayak umum melalui media cetak ataupun elektronik yang tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan, tetapi merupakan media untuk mempromosikan atau mengkampanyekan suatu kegiatan sebagai bentuk pemberian layanan kepada masyarakat melalui upaya menggerakan solidaritas dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi sejumlah masalah sosial yang harus dihadapi.

Tinarbuko (2007) menjelaskan bahwa tampilan ILM harus tepat sasaran yang dituju karena pada dasarnya ILM bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat akan pemecahan suatu masalah sosial yang sedang aktual. ILM merupakan aktivitas periklanan sosial yang berlandaskan gerakan moral, mengemban tugas mulia membangun masyarakat melalui pesan- pesan sosial yang dikemas secara kreatif. Mengkaji ILM dalam seni visual tidak lepas dari unsur peranan desain komunikasi visual. Dalam kehidupan sehari-hari desain komunikasi visual sangat signifikan sebagai sumber informasi atas keberadaan produk dan jasa. Desain komunikasi visual adalah ilmu ynag mempelajari konsep dan ungkapan daya kreatif yang diaplikasikan dalam berbagai media komunikasi visual dengan mengolah elemen desain grafis.

Efektivitas ILM sangat bergantung pada ketepatan pendekatan masalah dan pengemasan pesan-pesan yang disampaikan sehingga mampu menarik atau menggugah hati masyarakat yang menjadi sasaran atau target masyarakat dari pesan yang akandisampaikan. Oleh karena itu media yang akan digunakan juga harus bisa bertahan dalam waktu lama agar pesan dari sebuah ILM dapat tersampaikan setiap saat dan tidak mudahdilupakan.

Dalam sebuah kampanye diperlukan media, baik itu berupa media elektronik maupun cetak. Namun dalam memilih suatu media, tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan kampanye sosial. Tujuan kampanye sosial pada dasarnya bersandar pada proses komunikasi Metode DAGMAR sebagai berikut :



Dari bagan di atas dapat dijelaskan bahwa tujuan dari kampanye sosial adalah menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat, kemudian memberikan penjelasan tentang pentingnya gerakan solidaritas dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi sejumlah masalah sosial agar masyarakat memahami kemudian bertindak dalam gerakan solidaritas tersebut.

Dalam menentukan strategi iklan layanan msayarakat (ILM), pengiklan harus terlebih dahulu menentukan segmentasi atau target audience di suatu lingkungan masyarakat. Merujuk pada pandangan Kasali (1998) ada tiga jenis pengelompokkan segmentasi masyarakat yang digunakan
dalam mencapai tujuan, yaitu:

(1) Demografis.
Segmentasi ini membagi masyarakat berdasarkan karakteristik demografinya seperti usia, pendidikan, gender, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya.

(2) Geografis.
Segmentasi ini membagi-bagi segmentasi masyarakar berdasarkan jangkauan geografisnya. Setiap wilayah memiliki karakter yang berbeda dengan wilayah lainnya.

(3) Psikografis.
Segmentasi ini membagi masyarakat berdasarkan perilaklu, gaya hidup dan kepribadian seseorang. Gaya hidup merupakan cerminan seseorang menghabiskan waktu dan uangnya yang dapat dilihat dari aktivitas, minat, dan opininya. Secara garis besar adanya pembagian segmentasi khalayak sasaran bertujuan untuk mendapatkan batasan yang jelas terhadap target sasaran, sehingga organisasi dapat menyampaikan pesan yang efektif dan efisien terhadap kelompok masyarakat dan dapat menentukan media dan bentuk periklanan yang sesuai dan tepat sasaran.


Menurut Putra (2010) pada dasarnya ILM adalah alat untuk menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat. Media semacam ini sering dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menyebarluaskan program-programnya. Sebagai media yang bergerak dalam bidang sosial, ILM pada umumnya berisi pesan tentang kesadaran nasional dan lingkungan. Tampilan ILM harus tepat pada sasaran yang dituju, karena pada dasarnya ILM bertujuan untuh menggugah kesadaran masyarakat akan pemecahan suatu masalah sosial yang aktual. Dalam sajiannya, ILM harus mampu bersaing di antara
kolom-kolom berita informasi di media massa cetak dan iklan komersial yang menawan dalam tampilan visualnya. ILM merupakan aktivitas periklanan yang berlandaskan gerakan moral. ILM mengemban tugas mulia membangun masyarakat melalui pesan-pesan sosial yang dikemas secara kreatif. Sayangnya, muatan pesan verbal dan pesan visual yang ditampilkan di dalam ILM terlalu banyak. Akibatnya secara visual, desain ILM yang disajikan pun menjadi jelek, tidak komunikatif, kurang cerdas dan terkesan menggurui. Akibatnya masyarakat luas yang diposisikan sebagai target
sasaran dalam ILM dengan serta merta akan mengabaikan pesan sosial yang disampaikan oleh Iklan Layanan Masyarakat tersebut. Dampak selanjutnya, pesan sosial yang ingin disampaikan oleh  pemerintah menjadi sia-sia. Artinya, pesan verbal dan pesan visual yang terkandung di dalam ILM sangat lamban untuk ditindaklanjuti oleh target sasaran. Hal itu terjadi karena frekuensi penayangan ILM di media massa, khususnya media massa cetak perlu diperbanyak dan lebih bersifat agresif. Dengan frekuensi penayangan yang sangat rendah, pesan-pesan sosial yang terkandung didalamya
sangat sulit diposisikan dalam benak khalayak sasaran. Apalagi ditindaklanjuti dengan gerakan positif seperti yang diisyaratkan dalam ILM tersebut.

Pembuatan ILM menurut Jefkins (1997) harus mengandung unsur-unsur AIDCA yaitu Attention, Interest, Desire, Conviction, Action.

(1) Attention (Perhatian).
Iklan harus menarik perhatian khalayak sasarannya baik pembaca pendengar atau pemirsa. Untuk itu iklan memerlukan bantuan, antara lain berupa ukuran (size untuk media cetak atau air time untuk media penyiaran), penggunaan warna (spot atau full color). tata letak (layout), jenis-jenis huruf (tipografi) yang ditampilkan, serta berbagai suara khusus untuk iklan radio dan televisi.

(2) Interest (Ketertarikan).
Ketertarikan seseorang terhadap suatu iklan dapat berlaku secara selektif dan khalayak tertentu
merasa tertarik terhadap iklan tertentu pula. Untuk itu khalayak sasaran harus dirangsang agar mau membaca dan mengikuti pesan- pesan yang ingin disampaikan. Rasa tertarik tersebut dapat dimunculkan pula melalui pewarnaan, gambar, maupun kalimat dalam sebuah iklan,

(3) Desire (Keinginan).
Selain berhasil menarik perhatian dan menimbulkan ketertarikan maka sebuah iklan harus dapat menimbulkan keinginan pada khalayak untuk melakukan sesuatu tindakan yang menjadi tujuan dari sebuah iklan.

 (4) Conviction (Keyakinan)
Jika sebuah iklan telah berhasil menciptakan keinginan untuk bertindak maka perlulah khalayak tersebut diyakinkan bahwa dengan melakukan tindakan tersebut akan memberikan keuntungan sebagaimana yang diinginkan.

(5) Action (Tindakan) Jika sebuah iklan telah berhasil menciptakan keinginan untuk bertindak dan berhasil meyakinkan khalayak, maka sampai pada upaya terakhir untuk membujuk khalayak agar melakukan suatu tindakan. Dalam hal ini yang diharapkan terjadi suatu tindakan sebagaimana tujuan yang diharapkan demi kesejahteraat masyarakat.

Dengan mengadopsi pandangan Kasali (2007), maka dalam membuat ILM diperlukan beberapa tahap pembuatan sebagai berikut:
(1) Identifikasi masalah dan pemilihan serta analisis target audience (masyarakat) ,
(2) Menentukan tujuan khusus iklan tentang apa yang diharapkan akan dicapai dalam kampanye peningkatan minat dan budaya membaca buku.
(3) Menentukan tema iklan atau selling point.
(4) Menentukan anggaran iklan selama periode tertentu iklan tersebut ditayangkan.
(5) Perencanaan media, meliputi: identifikasi media yang ada dan tersedia, memilih media yang cocok dan dapat digunakan, menentukan waktu dan frekuensi penyiaran atau penayangan.
(6) Menciptakan pesan-pesan iklan, termasuk headline, sub-headline, body copy, artwork, dan logo yang secara bersama-sama menarik dan memelihara perhatian sasaran.
(7) Mengevaluasi iklan layanan masyarakat (ILM) tersebut. Evaluasi dilakukan sebelum, selama dan sesudah ILM disiarkan.



Kriteria Iklan Layanan Masyarakat

Sebuah iklan akan layak disebut sebagai iklan layanan masyarakat atau bukan jika mengandung kriteria-kriteria sebagai berikut :

  1. Tidak bersifat komersial (contoh: iklan pemakaian helm dalam berkendara)
  2. Tidak bersifat keagamaan atau keyakinan
  3. Tidak bersifat politis
  4. Berwawasan nasional
  5. Diperuntukkan untuk semua lapisan masyarakat
  6. Diajukan oleh organisasi yang telah diakui dan diterima
  7. Dapat diiklankan
  8. Mempunyai dampak dan kepentingan tinggi sehingga patut memperoleh dukungan media lokal maupun nasional 
Konten dalam sebuah iklan layanan masyarakat, tentu saja memiliki kandungan pesan iklan, yaitu pesan berupa idea maupun berita yang ingin disampaikan dan dikomunikasikan kepada khalayak ramai.

Dibawah ini ada beberapa hal yang mestinya patut diperhatikan dalam penyusunan pesan iklan tersebut, yaitu:

a. ISI PESAN : Komunikator harus memperhitungkan apa yang harus disampaikan kepada target audiens supaya mendapat tanggapan yang diinginkan/diharapkan. Dalam menentukan isi pesan yang baik, perlu adanya daya tarik yang unik. Daya tarik tersebut yaitu :

1. Daya tarik rasional untuk membangkitkan kepentingan diri audiens yang menunjukkan bahwa produk tersebut akan menghasilkan manfaat yang dikatakan.
2. Daya tarik emosional untuk membangkitkan emosi positif atau negatif yang dapat memotivasi audiens. Daya tarik emosional positif misalnya humor, cinta dan kebahagiaan. Daya tarik negatif misalnya malu, rasa takut, dan rasa bersalah.
3. Daya tarik moral lebih diarahkan kepada perasaan audiens tentang apa yang benar dan apa yang baik.

b. STRUKTUR PESAN : Tingkat keefektifan suatu pesan tergantung dari struktur serta isinya. Struktur iklan yang baik adalah dapat memberi pernyataan dan membiarkan audiens menarik kesimpulan sendiri.

c. FORMAT PESAN : Format pesan yang dibuat komunikator seharusnya menyolok dan menarik perhatian audiens untuk menyimak iklan. Bila disiarkan melalui televisi, maka semua elemen tersebut ditambah dengan bahasa tubuh (isyarat nonverbal) yang direncanakan.

d. SUMBER PESAN : Dampak pesan yang dirasakan oleh audiens juga dipengaruhi oleh penerimaan audiens terhadap pengirim pesan. Pesan – pesan yang berasal dari sumber terpercaya sifatnya lebih persuasif. Tiga faktor yang dapat mempengaruhi kredibilitas sumber pesan yaitu :
1.Keahlian : suatu pengetahuan khusus yang nampak dimiliki olehkomunikator yang mendukungpesan yang disampaikan2.Sifat terpercaya, dihubungkan audiens dengan seberapa objektif danjujurnya sumber tersebut menurut audiens.3.Sifat disukai merupakan daya tarik sumber pesan di mata audiens

Elemen Iklan Televisi


1. Video

Persepsi yang ditimbulkan dari sebuah iklan di televisi didominasi oleh visualisasi, sehingga digunakan sebagai penghubung utama dari konsep iklan yang ada. Elemen ini mencakup segala sesuatu yang terlihat pada layar.

2. Audio

Iklan pada televisi dan radio pada dasarnya memiliki dimensi audio yang sama, yaitu musik, suara dan efek suara (sound effects). Tapi tiga hal inidigunakan secara berbeda pada iklan di televisi karena berhubungan dengan gambaran visual.

3. Talent

Elemen yang paling penting dalam sebuah iklan adalah orang yang memerankan iklan tersebut. Iklan audio– visual yang di televisi selain menggunakan kata – kata juga menggunakan gambar atau cerita supaya kelihatan lebih menarik. Maka dari itu dibutuhkan seseorang untuk memerankan adegan yang terdapat dalam iklan yang menunjukkan manfaat,cara kerja, kehebatan dan lain sebagainya supaya audiens mendapat informasi yang cukup.

4. Props

Hal yang paling penting dalam sebuah iklan adalah produk yang diiklankan. Adegan, cerita, figur, musik dan lainnya yang digunakan hanyalah sebagai pendukung dalam menunjukkan keunggulan produk.

5. Setting

Dalam iklan televisi memerlukan tempat untuk pengambilan adegan. Pemilihan tempat juga harus disesuaikan dengan jalan cerita sehingga iklan tampak lebih menarik.

6. Lighting

Pencahayaan iklan haruslah tepat supaya iklan tersebut menarik untuk dilihat. Selain itu penggunaan warna juga harus baik agar audiens tertarik akan pesan iklan.

7. Pacing

Elemen ini menjelaskan seberapa cepat atau seberapa lambat gerakan yang ditampilkan. Ada beberapa pesan yang lebih baik disampaikan dengan kecepatan lambat, ada pula yang lebih baik disampaikan dengan kecepatan cepat.

CONTOH IKLAN LAYANAN MASYARAKAT

Contoh Iklan Layanan Masyarakat 1

Contoh Iklan Layanan Masyarakat 2

Contoh Iklan Layanan Masyarakat 3

Contoh Iklan Layanan Masyarakat 4



Iklan Layanan Masyarakat tentang ASI Eksklusif - Kementrian Kesehatan



Iklan Layanan Masyarakat Sayur dan Buah Kementerian Kesehatan RI


Iklan Layanan Masyarakat - Lawan Berita Hoax 45s



Iklan Layanan Masyarakat "Dilarang Merokok" Dinas Kesehatan Yogyakarta



Iklan Layanan Masyarakat "Beristirahat Dengan Cukup" - Motion Graphics



IKLAN LAYANAN MASYARAKAT HIV/AIDS



Iklan Layanan Masyarakat Bahaya Merokok #SuaraTanpaRokok 30s



Dan Masih banyak lagi iklan layanan masyarakat inspiratif yang lain. Semoga tulisan kami ini bermanfaat bagi Anda semua.